Senin, 12 Maret 2012

Tipologi Manusia Menurut Claudius Gallenus

Menganalisa tipe keperbadian masing-masing, Berdasarkan tipologi manusia menurut Claudius Gallenus.
Ada 4 tipe keperbadian menurut Claudius Gallenus, adalah :

1.    Sangulinikus ( Orang yang mempunyai banyak darah / sangai dalam tubuhnya).Perasaan Dasar : Riang, Optimis, mudah menyesuaikan diri, perasaan tidak setabil, kurang konsekuen, dan reaksinya tidak di pikir dalam-dalam.

2.    Melankhdikus ( Memiliki banyak empedu hitam / melanchole )Perasaan Dasar : Sedih, ketakutan, hati – hati dalam tindakan, konsekuen, dan stabil jiwanya.

3.    Kholerikus ( Dalam tubuhnya terdapat banyak empedu kuning – kuning )Perasaan Dasar : Kurang puas, gelisah, emosional, exspolosi, perasaanya hebat dan kuat kesukaran di atasi dengan energi yang brlebihan.

4.    Flegmatikus ( Di dalam tubuhnya banyak lendir / flegma )Perasaan Dasar : Tenang, netral, tidak mudah emosional, tidak mudah terharu, pasif, menjumukan dan bersifat konservatif.

Dari ke empat jenis Tipologi manusia menurut Claudius Gallenus saya termasuk dalam type yang 1 yaitu Sangulinikus. Karena saya orang yang selalu riang gembira dan tidak pernah bermuram durja walaupun banyak masalah yang datang menghampiri saya.  Saya orangnya juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Walaupun pada awalnya cukup canggung, namun saya dapat mencairkan suasana dengan candaan. Saya mudah bergaul dengan siapa saja, tidak membeda-bedakan jenis kelamin,kasta dan lainnya. Karena prinsip saya yaitu "semua orang sama, suatu saat kita akan membutuhkan orang tersebut". Walupun terkadang perasaan saya kurang setabil, maklum saya masih ABG!!(Hihihihi)

Akulturasi Budaya

Akulturasi adalah gabungan antara 2 budaya yang berbeda yang berlangsung secara damai dan bersih tanpa mengalami sebuah halangan. Contohnya, perpaduan kebudayaan antara Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia, dimana perpaduan antara dua kebudayaan itu tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.

Seni Bangunan
Dasar bangunan candi itu merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden berundak-undak ini mendapat pengaruh Hindu-Budha, sehingga menjadi wujud sebuah candi, seperti Candi Borobudur.

Seni rupa/Seni lukis
Unsur seni rupa dan seni lukis India telah masuk ke Indonesia.hal ini terbukti dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara di kota Bangun, Kutai. Juga patung Budha berlanggam Amarawati ditemukan di Sikendeng (Sulawesi Selatan). Pada Candi Borobudur tampak adanya seni rupa India, dengan ditemukannya relief-relief ceritera Sang Budha Gautama. Relief pada Candi Borobudur pada umumnya lebih menunjukan suasana alam Indonesia, terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati. Di samping itu, juga terdapat hiasan perahu bercadik. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan asli Indonesia, karena tidak  pernah ditemukan pada candi-candi yang terdapat di India. Juga relief pada Candi Prambanan yang memuat cerita Ramayana.

Seni Sastra
Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur, Sriwijaya, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Prasasti itu ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.

Kalender
Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. Di samping itu, juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata. Contoh tahun Candra Sangkala adalah “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan 1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi.

Kepercayaan dan Filsafat
Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha tidak meninggalkan kepercayaan asli bangsa Indonesia, terutama terlihat dari segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan terhadap dewa-dewa alam.

Pemerintahan
Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha, tata pemerintahan disesuaikan dengan sistem kepala pemerintahan yang berkembang di India. Seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku, melainkan seorang raja, yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun temurun.

Desakan Budaya
Desakan suatu budaya pada budaya lain disebut dominasi. Contohnya masyarakat Betawi, Aborigin dan Irian.

Artikel Cinta kasih kepada Keluarga

Cinta kasih dengan keluarga
Cinta Kasih merupakan salah satu hal yang paling penting di dunia ini. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa, CINTA KASIH akan membuat dunia ini INDAH. Tanpa Cinta Kasih mustahil Kedamaian Dunia akan terwujud. Tetapi sangat disayangkan bahwa banyak orang yang mengalami ‘Krisis Cinta Kasih’, dan cinta kasih mereka memudar seiring berjalannya waktu.
Mengapa hal ini terjadi ? Karena banyak orang yang tidak mengerti bahwa kunci untuk memiliki cinta Kasih yang tidak pernah pudar adalah justru membagi cinta kasih dengan orang lain, dan bukan hanya menerima. Berikut ini beberapa tips mengenai apa yang dapat kita lakukan dalam membagi cinta Kasih kita dengan orang lain:1. Berikan suatu tanda mata kepada orang yang kita kasihi. Saat kita memberikan hadiah berupa barang, barang tersebut bukan dinilai dari seberapa mahal pemberian tersebut. Suatu barang akan memiliki makna dan nilai lebih bila diberikan dengan hati yang tulus dan keinginan untuk menyenangkan hati orang yang kita kasihi. 2. Berikan kata-kata positif untuk orang lain.
Pada saat kita melihat orang lain berprestasi, jangan ragu-ragu untuk memberikan suatu pujian yang tulus dan ucapan selamat atas prestasi tersebut.
Begitu pula pada saat kita melihat orang lain yang sedang mengalami masalah, belajarlah untuk memberikan kata-kata yang memberikan semangat dan dukungan untuk dia, dan bila memungkinkan membantu dalam memberikan solusi bagi orang tersebut. 3. Memberikan bantuan bila diperlukan. Kita harus memiliki inisiatif untuk mau menawarkan diri untuk siap membantu orang lain. Dengan catatan semua yang menjadi prioritas pekerjaan pribadi kita telah terselesaikan, maka kita dapat menawarkan bantuan kepada orang lain. Beberapa orang akan merasa sangat senang bila mereka mendapatkan bantuan untuk mempercepat penyelesaian dari pekerjaannya, walaupun mereka tidak memintanya. 4. Luangkan waktu untuk orang yang kita kasihi.
Seringkali untuk beberapa orang, meluangkan waktu untuk mereka adalah suatu hal yang sangat penting. Walaupun itu mungkin hanya 1 jam atau 15 menit sekalipun, tapi bila benar-2 dalam waktu tersebut kita benar-2 mencurahkan perhatian kita sepenuhnya kepada orang tersebut.
Maka waktu itu akan menjadi sangat berharga baginya. Selama waktu tersebut, konsentrasikan diri Anda untuk berinteraksi penuh dengan orang yang kita kasihi tersebut, dan jangan memikirkan hal-2 yang lain.
Kebersamaan adalah hal yang sangat penting dan mempunyai arti. 5. Berikan sentuhan fisik bila diperlukan.
Walaupun hanya sekedar berjabat tangan pada saat memberikan ucapan selamat bagi orang yang berprestasi, bila hal tersebut dilakukan dengan tulus, maka sentuhan fisik yang terjadi akan merupakan suatu hal yang sangat berharga baginya. Bila kita sedang berhadapan dengan orang yang kita kasihi, seperti pasangan, anak atau orang tua kita, sentuhan fisik ini dapat memiliki bentuk yang lebih luas, seperti mencium, membelai rambut, merangkul, memberi tepukan lembut di punggung, dsb. Jadi pada dasarnya, kelima hal tersebut di atas hanya dapat dilakukan bila kita tidak menjadi orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Kita harus belajar untuk memperhatikan orang lain dan melihat apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama bila orang tersebut adalah orang yang kita kasihi.
Bila kita terus bersikap egois, maka kita tidak akan pernah dapat memberikan cinta kasih dengan tulus, dan dengan sendirinya cinta kasih yang kita terima pun akan cenderung merupakan cinta kasih yang tidak tulus pula.
Mari kita mulai mewarnai dunia ini dengan cinta kasih yang sebenarnya, “Cinta Kasih yang Murni”…agar dunia ini Sempurna Indahnya !.


Opini saya, Pada artikel ini menjelaskan bagaimana Cinta kasih Pada keluarga, adalah sesuatu kebersamaan yang terjalin sangat erat. Dimana dalam Keluarga terdapat Rasa saling memiliki, mengasihi dan mencintai. Karena keluarga adalah tempat dimana kita mencurahkan segala sesuatu yang kita rasakan baik suka dan duka. Banyak bermacam cara yang dapat ditunjukan untuk mencintai keluarga kita. Cinta kasih yang tulus tidak akan hilang termakan oleh waktu.

Rabu, 30 November 2011

Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan



Masyarakat adalah sekumpulan orang atau kelompok yang mendiami suatu wilayah dalam suatu  negara. Masyarakat adalah salah satu komponen penting dalam pembentukan sebuah negara. Masyarakat dibagi menjadi dua bagian yaitu Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan. Pembagian tersebut dikarenakan persebaran dan perkembangan wilayah kurang merata. Kali ini saya akan membandingkan antara Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan :

Masyarakat Perkotaan :
Masyarakat perkotaan biasa diebut dengan Masyarakat Urban. Masyarakat Urban mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.             1.  Masyarakat perkotaan mempunyai mobilitas yang tinggi.
  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
  7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
  9. Masyarakat bersifat instant dan  ingin sesgala sesuatu serba cepat.
  10. Sebagian masyarakat hidupnya Glamor atau mewah

Masyarakat Pedesaan :
Masyarakat pedesaan dapat dilihat dari tata cara kehidupan mereka sehari-hari dan Berperilaku serta tutur bicaranya. Masyarakat Pedesaan lebih condong taat kepadaa aturan Turun menurun dari nenek moyang mereka. Ciri-cirinya adalah :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat  bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
  5. Cenderung mematuhi Hukum adat yang berlaku
  6. Kehidupannya masih jauh dari Teknologi
  7. Pekerjaannya kebnyakan sebagi Petani,Pedagang dan Peternak

Hubungan desa dan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan
Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.
sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat




Pada zaman dahulu Agama Hindu di India mempunyai 4 pelapisan strata Sosial  dalam kehidupan masyarakatnya. Dalam agama Hindu, dikenal istilah Catur Warna bukan sama sekali dan tidak sama dengan kasta. Karena di dalam ajaran Pustaka Suci Weda, tidak terdapat istilah kasta. yang ada hanyalah istilah Catur Warna. Dalam ajaran Catur Warna, masyarakat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:
  • Brāhmana : golongan para pendeta, orang suci, pemuka agama dan rohaniwan
  • Ksatria : golongan para raja, adipati, patih, menteri, dan pejabat negara
  • Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi
  • Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas
Menurut ajaran catur Warna, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Jadi, status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu. Catur Warna menekankan seseorang agar melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Keempat golongan sangat dianjurkan untuk saling membantu agar mereka dapat memperoleh hak. Dalam sistem Catur Warna terjadi suatu siklus “memberi dan diberi” jika keempat golongan saling memenuhi kewajibannya.

Namun sekarang di Indonesia pelapisan tersebut sudah tidak berlaku lagi bagi umat Hindu. Semua orang sama tidak ada pelapisan sosial. Derajat manusia dimata Tuhan sama tidak ada ynag berbeda. Sesuai dengan ajaran Tat Twam Asi yaitu aku adalah kamu, kamu mereka dan dia adalah aku. Mungkin hanya sebagian orang saja di Indonesia masih menggunakan pelapisan sosial atau Kasta dalam hidupnya. Mereka merasa dirinya lebih dari pada orang lain dan menggangap derajatnya lebih tinggi dari pada orang lain. Hal ini dikarenakan Pekerjaan yang bagus, Mempunyai kehidupan yang mewah dan lain-lain. Banyak orang yang menganggap Caturwarna sama dengan Kasta yang memberikan seseorang sebuah status dalam masyarakat semenjak ia lahir. Namun dalam kenyataannya, status dalam sistem Warna didapat setelah seseorang menekuni suatu bidang/profesi tertentu. Sistem Warna juga dianggap membeda-bedakan kedudukan seseorang. Namun dalam ajarannya, sistem Warna menginginkan agar seseorang melaksanakan kewajiban sebaik-baiknya.

Kadangkala seseorang lahir dalam keluarga yang memiliki status sosial yang tinggi dan membuat anaknya lebih bangga dengan status sosial daripada pelaksanaan kewajibannya. Sistem Warna mengajarkan seseorang agar tidak membanggakan ataupun memikirkan status sosialnya, melainkan diharapkan mereka melakukan kewajiban sesuai dengan status yang disandang karena status tersebut tidak didapat sejak lahir, melainkan berdasarkan keahlian mereka. Jadi, mereka dituntut untuk lebih bertanggung jawab dengan status yang disandang daripada membanggakannya.

Di Indonesia (khususnya di Bali) sendiri pun terjadi kesalahpahaman terhadap sistem Catur Warna. Catur Warna harus secara tegas dipisahkan dari pengertian kasta. Pandangan tersebut dikemukakan oleh Drs. I Gusti Agung Gde Putera, waktu itu Dekan Fakultas Agama dan Kebudayaan Institut Hindu Dharma Denpasar pada rapat Desa Adat se-kabupaten Badung tahun 1974. Gde Putera yang kini Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama mengemukakan



“Kasta-kasta dengan segala macam titel-nya yang kita jumpai sekarang di Bali adalah suatu anugerah kehormatan yang diberikan oleh Dalem (Penguasa daerah Bali), oleh karena jasa-jasa dan kedudukannya dalam bidang pemerintahan atau negara maupun di masyarakat. Dan hal ini diwarisi secara turun temurun oleh anak cucunya yang dianggap sebagai hak, walaupun ia tidak lagi memegang jabatan itu. Marilah jangan dicampur-adukkan soal titel ini dengan agama, karena titel ini adalah persoalan masyarakat, persoalan jasa, persoalan jabatan yang dianugerahkan oleh raja pada zaman dahulu. Dalam agama, bukan kasta yang dikenal, melainkan "warna" dimana ada empat warna atau Caturwarna yang membagi manusia atas tugas-tugas (fungsi) yang sesuai dengan bakatnya. Pembagian empat warna ini ada sepanjang zaman.”


Menurut I Gusti Agung Gede Putera, kebanggaan terhadap sebuah gelar walaupun jabatan tersebut sudah tidak dipegang lagi merupakan kesalahpahaman masyarakat Bali turun-temurun. Menurutnya, agama Hindu tidak pernah mengajarkan sistem kasta melainkan yang dipakai adalah sistem Warna.

Menurut saya hal yang dikemukakan I Gusti Agung Gede Putera benar. Karena kasta didapatkan dari pekerjaan yang ia lakukan dan dari turun temurun. Kasta saat ini sudah tidak ada di indonesia. Derajat Manusia sama di mata Tuhan tak ada yang berbeda.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Warga Negara dan Negara


Kali ini saya akan sedikit membahas tentang Warga Negara dan Negara. Apa hubungannya?? So cEkIDoT..

Warga Negara adalah orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur suatu negara.
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.

Jadi kita semua yang tinggal di Indonesia adalah Warga Negara Indonesia. Apa yang telah kita berikan kepada Negara???

Sebagai warga Negara kita wajib dan perlu membela Negara. Selain bela Negara, kita juga wajib menjaga persatuan dan kesatuan Negara. Dan Negara wajib memberikan hak-hak bagi warga negaranya. Negara wajib melindungi warganya yang berada di luar wilayah Kesatuaan Negara. Seperti kasus yang saat ini lagi Booming yaitu kasus hukuman mati para TKI di Arab Saudi. Negara wajib membela hak-hak warganya di Negara lain dengan berbagai cara agar warganya bebas dari hukuman mati.

Di zaman saat ini, pemuda dan pemudi bangsa kurang memiliki keperdulian terhadap negaranya. Mereka banyak yang tidak tahu tentang sejarah Negara dan bangsanya. Bahkan hari raya sumpah pemuda banyak yang tidak mengetahuinya. Semua itu terjadi karena kurang rasa keperdulian terhadap negaranya. Padahal Negara itu secara umum mempunyai tujuan untuk mensejahterakan rakyat dan mencapai cita-cita bersam demi kemajuan. Walaupun dalam kenyataannya masih banyak kekurangan. Saya dapat menggamvil contoh Negara China dan korea. Sebagai warga negara  yang berumur 17thn keatas, diwajibkan mengikuti Wajib militer kurang lebih selama 3-5 tahun. Itu di lakukan agar stiap warga Negara dapat membela negaranya dari serangan dan ancaman negar lain suatu saat. Perlunya rasa kepedulian terhadap Negara menjadi wajib kita lakukan sebagai generasi Penerus bangsa untuk menjalankan roda pemerintahan Indonesia agar kita dapat mewujudkan nilai-nilai luhur bangsa selamnaya. 

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Sosialisasi mempunyai berbagai macam. Dimana sosialisai itu sendiri dapat sering kita di jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut hakikatnyaManusia adalah Mahluk Sosial yang berarti manusia membutuhakan orang lain dalam kelanggsungan hidupnya. Karena di zaman millennium ini manusia tidak bias menjadi makhluk Individual.

Sebagai Pemuda, sosialisasi penting untuk kita. Dimana jika kita bersosialisasi akan memperbanyak pertemanan,mengenal berbagai macam orang, dan mempunyai pengalaman. Wadah sosialisai pemuda sudah sangat banyak sekarang. Contohnya wadah sosialisasi di lingkungan masyarakat ada karang Taruna, Pengajian , dan perkumpulan pemuda lainnya. Selain di lingkungan masyarakat sosialisai di lingkungan kampus juga sangat penting kita ikuti. Seperti BRF,BEM dan HIMTI. Karena kita dapat saling shearing berbagai hal seperti tugas kampus,masalah-masalah yang di alami saat kuliah dan lain-lain. Sebagai pemuda kita perlu juga berhati-hati bersosialisasi dengan lingkungan. Karena jika kita tidak berhati-hati kita akan masuk ke strata sosial yang salah. Contoh bersosialisasi dengan pengedar dan pemakai narkoba. Kita boleh mengenal orang tersebut, tapi kita tidak boleh terlalu jauh bersosialisasi dengan dia. Just now again. Hal yang harus di perhatikan saat kita bersosialisasi di tempat yang baru adalah Ucapan. Karena jika kita salah berucap maka akan sangat fatal. Kedua adalah sopan-santun, karena sopan dan santun adalah hal yang sangat penting saat kita bersosialisasi di tempat baru. Karena orang akan hormat jika kita mempunyai rasa sopan santun di mana pun kita berada. Jika Proses sosialisasi. Komunikasi yang bagus dan wawasan kita yang luas akan sangat mudah dalam proses sosialisasi di mana pun kita berada.

Perlunya bersosialisasi sebagai pemuda akan berdampak kemudahan dalam menjalani hidup. karena manusia akan selalu membutuhkan orang lain.