Senin, 26 September 2011


Pertumbuhan anak dalam keluarga yang mengalami perceraian.

Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan  antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Di dalam sebuah kelurga terdapat seorang Ayah,Ibu dan Anak. Mereka mempunyai suatu ikatan batin yang sangat erat.

Tak dapat di pungkiri, permasalahan yang menyangkut  tentang kelurga sangat kompleks dan mempunyai dampak yang sangat singnifikan terhadap suatu individu di dalam suatu  keluarga. Perceraian adalah masalah yang sangat sering kita dengar dalam sebuah keluarga. Perceraian di sebabkan banyak faktor,  internal dan eksternal. Contoh dari faktor internal adalalah tidak ada lagi rasa mencintai di dalam hubungan suami-istri dan tidak ada kepercayaan antara suami dan istri. Faktor eksternal adalah adanya orang ketiga yang menggangu hubungan suami dan istri.

Di dalam perceraian, Anak menjadi orang yang sangat di rugikan atas perceraian kedua orang tua mereka. Dampak psikologi akan sangat terlihat terhadap Anak. Karena perceraian orang tua mereka, anak mendapatkan perhatian yang kurang dari kedua orang tua mereka yang sudah pisah. Anak sering kali merasa terasingkan. Dampak yang lebih parah lagi anak akan mudah terjerumus terhadap hal-hal yang negatif dari lingkungannya. Karena anak sudah tak perdulli terhadap nasehat dari kedua orang tua mereka. Biasanya, anak merasa cuek terhadap orang tua mereka. Jika sudah seperti ini anak dapat mudah terjerumus kepada Narkoba, seks bebas dan lain-lain. Ini sangat sering terjadi oleh anak yang  mengalamidampak  perceraian seperti teman saya ber inisial “G”. Sekarang ia tinggal bersama ayah dan ibu  beserta adik dan kakak tirinya. Saya mengenalnya sudah cukup lama. Ia  merasa kehidupannya sangat hampa tak ada orang-orang yang menyanyanginya, walupun ke dua orang tua mereka masih ada walupun sudah pisah. Kenakalan-kenakalan sering dia lakukan, seperti bolos sekolah, minum-minuman keras dan bergonta-ganti pasangan. Semua itu dia lakukan untuk mencari kebahagiaan dalam dirinya. Hal seperti itu dianggap biasa olenhya untuk menggobati rasa sakit hatinya

karena itu, seseorang yang tumbuh dalam suatu keluarga yang mengalami perceraian kebanyakan mengalami dampak negatif. Karena kasih sayang kedua orang tua yang dahulu ia rasakan sudah tidak ada lagi. Semoga ini semuua tidak terjadi kepada kita semua. Jadikanlah semua ini pelajaran buat kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar